PERJUANGAN mempertahankan kemerdekaan melalui strategi diplomasi

Perundingan Philip Christison (10 Februari-12 Maret 1946)

  • Perundingan Hooge-Veluwe (14-25 April 1946)
  • Perjanjian Linggarjati (15 November 1946)
  • Perjanjian Renville (17 Januari 1948)
  • Perjanjian Roem-Royen (7 Mei 1949)
  • Konferensi Meja Bundar (23 Agustus-2 November 1949)
  • Contoh Soal.
  • Apa yang dimaksud dengan perjuangan diplomasi berikan contohnya?

    perjuangan diplomasi = perlawan melalui perundingan. Contoh: perundingan renville, perundingan linggarjati.

    Bagaimana strategi perjuangan bangsa Indonesia pada abad ke 20?

    Berikut adalah sebuah bentuk dari strategi Indonesia dalam melawan Belanda di abad ke-20: Perjuangan dengan cara menggunakan organisasi modern dalam hal ini perjuangan dari kemerdekaan sudah tidak lagi menggunakan senjata akan tetapi juga menggunakan organisasi modern yang menggunakan metode perundingan.

    Apa yang disebut dengan perjuangan diplomasi?

    perjuangan diplomasi adalah bentuk perjuangan untuk mencapai perdamaian dunia lewat komunikasi, bekerja sama lewat dialog, dan bernegosiasi antara satu negara dengan negara lain.

    Apa perbedaan strategi perjuangan bangsa Indonesia sebelum dan sesudah abad ke-20?

    Perbedaan sifat pergerakan sebelum dan sesudah 1908 adalah, apabila sebelum abad ke-20, perlawanan masih bersifat kedaerahan. Sedangkan setelah abad ke-20, perjuangan bersifat nasional, lebih terarah, terorganisir, dan modern.

    Bagaimana strategi perlawanan bangsa Indonesia sebelum dan sesudah abad XX?

    Dilansir dari Encyclopedia Britannica, perbedaan strategi perlawanan bangsa indonesia terhadap penjajahan bangsa barat di indonesia sebelum dan sesudah abad ke-20 antara lain perlawanan sebelum abad ke-20 bersifat lokal/kedaerahan, perlawanan setelah abad ke-20 menggunakan strategi diplomasi.

    Apa yang dimaksud dengan perjuangan jalur diplomasi?

    Dikutip dari buku YES Sukses Taklukan Ujian SMP/MTs, Tim B First (2016: 137), perjuangan diplomasi dapat diartikan sebagai perjuangan dengan cara melakukan perundingan ataupun kesepakatan bersama pemimpin bangsa lain.

    Bagaimana cara perjuangan mempertahankan kemerdekaan?

    Kemudian, Indonesia melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan kemerdekaan, salah satunya dengan melalui perjuangan bersenjata.

    1. Pertempuran Surabaya.
    2. Pertempuran Ambarawa.
    3. 3. Bandung Lautan Api.
    4. Pertempuran Medan Area.
    5. Puputan Margarana.

    PERJUANGAN DIPLOMASI

    A.Perjanjian Linggrajati  Perjanjian Linggrajati berlangsung di Linggrajati,Cirebon pada 10 November 1946. Dalam perundingan, Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir dan Belanda diwakili Van Mook.  Isi perjanjian Linggrajati adalah: 1.Belanda hanya mengakui kekuasaan RI atas Jawa,Madura, dan Sumatera. 2.RI dan Belanda bersama-sama membentuk Negara Indonesia Serikat  dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Indonesia merupakan salah satu negara bagiannya. 3.Negara Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda yang diketuai oleh ratu Belanda.  Hasil perundingan ini disebut sebagai Perjanjian Linggrajati yang ditandatangani di Istana Rijswijk (merdeka) pada tanggal 25 Maret 1947. Sebenarnya, hasil perundingan ini merugikan Indonesia. Bagaimana tidak,wilayah Indonesia semakin dipersempit dan Belanda pun tidak menjalankan dengan baik perjanjian ini. Karena Belanda selalu melakukan penyerangan besar-besaran ke wilayah Indonesia yang disebut sebagai Agresi Militer Belanda I

    B.Perjanjian Renville

     Perjanjian Renville berlangsung di kapal angkatan laut Amerika Serikat USS Renville. Untuk mengawasi pelaksanaan gencatan senjata dan sengketa Indonesia dengan Belanda. PBB (perserikatan bangsa-bangsa) membentuk Komite Tiga Negara (KTN) yang anggotanya dipilih Indonesia dan Belanda.  Anggota KTN adalah Australia yang dipilih Indonesia, Belgia yang dipilih Belanda dan Amerika Serikat yang dipilih Australia dan Belgia sebagai penengah. Dalam perjanjian ini Indonesia diwakili Amir Syarifuddin dan Belanda diwakili R.Abdulkadir Wijoyoatmojo dan sepertinya si R.Abdul Kadir M. ini orang Indonesia yang memihak Belanda kawan.  Isi perjanjian Renville adalah: 1.Belanda hanya mengakui Wilayah RI atas Jateng,Jogjakarta, Jatim, sebagian kecil Jabar dan Sumatera. 2.Tentara Republik Indonesia (TRI) ditarik mundur dari daerah kedudukan Belanda. Akibat dari perjanjian Renville sebenarnya semakin merugikan Indonesia karena wilahnya semakin sempit. Setelah perjanjian ini tejadi peristiwa penting antara lain pemberontakan PKI di Madiun dan pemindahan ibukota RI ke Jogjakarta karena Jakarta diduduki Belanda.  Bahkan pada tanggal 18 Desember 1948 Belanda mengumumkan bahwa tidak terikat lagi dengan perjanjian Renville lalu melakukan serangan besar-besaran ke wilayah RI yang disebut sebagai Agresi Militer Belanda II

    C.Perundingan Roem-Royen

     Hebatnya perjuangan rakyat dan tekanan Internasional memaksa Belanda menerima perintah PBB agar menghentikan agresinya dan kembali ke meja perundingan. Untuk mengawasi jalannya perundingan, PBB membentuk UNCI (United Nations Comission for Indonesia)  Perundingan ini berjalan berlarut-larut hingga akhirnya ditandatangani pada 7 Mei 1949. Delegasi Indonesia dipimpin Mr. Moh. Roem dan Belanda dipimpin dr. Van Royen sebagai penengah adalah UNCI.  Isi perjanjian Roem-Royen adalah: 1.Pemerintahan RI dikembalikan ke Yogyakarta, penghentian perang dan pembebasan tahanan politik. 2.Indonesia dan Belanda bekerja sama mengembalikan perdamaian. 3.Belanda menyetujui RI sebagai bagian dari Negara Indonesia Serikat. 4.Akan diselenggarakan KMB setelah pemerintahan RI kembali ke Jogjakarta.

    D.Konferensi Meja Bundar (KMB)

     KMB merupakan tindak lanjut dari Perundingan Roem-Royen . KMB bertempat di Deen Hag,Belanda pada tanggal 23 Agustus-2 November 1949.  Delegasi Indonesia dipimpin Moh.Hatta, delegasi BFO (Bijeenkomst Voor Federal Overleg) atau Badan Musyawarah negara-negara Federal dipimpin Sultan Hamid II, delegasi Belanda dipimpin Mr. Van Maarseveen,sedangkan UNCI dipimpin oleh Chritchley.  Hasil dari KMB adalah: 1.Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Belanda menyerahkan kedaulatan pada RIS pada akhir Desember 1949. 2.RIS dan Belanda akan tergabung dalam Uni Indonesia-Belanda. 3.Masalah Irian Barat akan diselesaikan setahun setelah pengakuan kedaulatan.

    E.Tokoh Pejuang Diplomasi Indonesia.

    Berikut ini adalah beberapa pejuang diplomasi Indonesia: 1.Bung Karno  Bung Karno merupakan pejuang diplomasi sekaligus presiden Indonesia pertama. Ia lahir di Surabaya pada tanggal 6 Juni 1901. ditangkap,dipenjara, dan diasingkan merupakan hal biasa baginya. Bung Karno merupakan ahli diplomasi.Menurutnya,diplomasi adalah cara terbaik melawan musuhnya.  Misalnya, pada waktu berdiplomasi dengan Letjen Christison. Hasilnya,sekutu menyatakan kedatangannya tidak akan melebur kemerdekaan RI pada tanggal 1 Oktober 1945. Bung Karno wafat tanggal 21 Juni 1970 dan dimakamkan di Blitar, Jatim. 2.Drs. Moh.Hatta  Lahir 12 Agustus 1902 di Bukit Tinggi,Sumatera Barat. Bersama Bung Karno ia   ditangkap,dipenjara, dan diasingkan. Keberhasilan Bung Hatta dalam diplomasi antara lain: a.Pemimpin Delegasi Indonesia di KMB, Den Haag Belanda. b.penggerak ekonomi dengan membuat koperasi (Sebagai Bapak Koperasi Indonesia) c.Penggerak pelajar mahasiswa di Belanda. d.Anggota perundingan di Kaliurang,yang dilakukan oleh KTN.  Beliau wafat pada tanggal 14 Maret 1980 dan dimakamkan di Pemakaman Umum Tanah Kusir Jakarta. 3.Sri Sultan Hamuwengkubono IX  Lahir 13 April 1912 di Jogjakarta. Ia menyatakan Daerah Jogjakarta bersifat kerajaan sebagai bagian NKRI dan Daerah Istimewa. Keberhasilannya dalam diplomasi antara lain: a.Bersama Letkol Suharto mengatur dan menyiapkan serangan umum 1 Maret 1949 dan berhasil menguasai kembali Jogjakarta.

    b.Pada tanggal 27 Desember 1949 menandatangani naskah pengakuan kedaulatan Indonesia dan Belanda di Jakarta.

    "JAS MERAH" Jangan sekali-kali melupakan sejarah

    PERJUANGAN mempertahankan kemerdekaan melalui strategi diplomasi

    nahampunmarudut nahampunmarudut

    perjuangan mempertahankan kemerdekaan melalui strategi diplomasi terdiri dari:

    1. Perjanjian Linggarjati pada tanggal 10 November 1946
    2. Perundingan Renville pada 8 Desember 1947 – 17 Januari 1948
    3. Perjanjian Roem-Roijen pada  14 April 1949
    4. Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 23 Agustus 1949 – 2 November 1949.

    Pembahasan

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia perjuangan adalahusaha yang penuh dengan kesukaran dan bahaya

    contoh: berkat perjuangan yang hebat, pendaki gunung yang tersesat itu akhirnya dapat mencapai desa transmigrasi'

    Perjuangan Kemerdekaan adalah upaya untuk untuk membebaskan diri dari cengkraman kezaliman kesewenang-wenangan dan penindasan penjajahan bangsa lain. Jarahan hasil bumi, ekspoitasi manusia dalam bentuk kerja paksa (rodi), tuntutan upeti atau pajak dari rakyat yang diluar kemampuan, monopoli perdagangan. Adalah contoh mengapa leluhur bangsa ini berjuang. Berjuang dari sebuah kesadaran bahwa ada hak dalam hidup ini yang diambil paksa oleh orang lain, demi meraih kembali hak itu tidak ada pilihan kecuali berjuang.

    Secara umum ada dua bentuk strategi perjuangan menghadapi ancaman Belanda. Pertama ialah perjuangan bersenjata. Perjuangan ini terjadi setelah proklamasi kemerdekaan. Belanda dan sekutunya masih tidak mau menerima bahwa Indonesia telah merdeka. Kedua ialah perjuangan melalui diplomasi. perjuangan ini dilakukan dengan perundingan untuk menyelesaikan masalah.

    Pelajari lebih lanjut

    1. Materi tentang Perjuangan Bersenjata brainly.co.id/tugas/2320063

    -----------------------------

    Detil jawaban

    Kelas: 11

    Mapel: Sejarah

    Bab: 6 -  Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan

    Kode: 10.3.6